Labels

Alfi (5) ANIME (3) Apple (2) AWD (9) Economy (4) FASHION (4) FILM (27) Finance (1) Gadget (6) GadgetNews (2) Gading (1) Game (7) Hermès (1) Investasi (1) Karier (2) KETEQ10 (2) Leadership (3) MAL (42) Motivasi (5) Ponsel (4) Preview (2) Properti (1) Review (24) Sepakbola (7) Simon (5) Tech (1) TRAVEL (2) Tri (6) Unboxing (2) Wisnu (2)
Showing posts with label Leadership. Show all posts
Showing posts with label Leadership. Show all posts

Tuesday, January 26, 2016

#KETEQLEADERSHIP THE LION & THE PORCUPINE

"Guys, are you afraid of your superiors?"

I know most of you are outraged when I ask this question to you. You will all probably be like "Are you out of your mind, huh? I'll never be afraid of my boss", but deep down, somewhere inside there, you know, you are still afraid of your boss.
For me, there are two types of superiors that I have encountered, The Lion and The Porcupine. I will elaborate them in a simple manner.
The Lion
Snarling_lion
If your superiors are commanding you to be punctual, error-free, more perceptive, your superiors might be a lion-type. They will bombard you with constant fear in order to control you. Tons of regulations and restrictions will be rolled out constantly or periodically. They demand you to prepare better and better feast in each meeting or else, you are the feast. Usually, you have already build a barrier between them and yourself. If there is any unfortunate event happens in the future, you will know what to expect and you will be ready by then. Fear will be your greatest enemy.
The Porcupine
animal-cute-jawn-porcupine-Favim.com-491057_large
For me, there are two types of superiors that I have encountered, The Lion and The Porcupine. I will elaborate them in a simple manner.Unlike the lion, the porcupine seems to be a better type. Hold on! are you sure? Porcupine might be cutest little thing you want to cuddle with, but beware when they flip out. This type of superiors never bind you with irritating or immature restrictions but when you don't do things as you're told, prepare to be pierced profoundly and it'll damage you tremendously. You will never forget this moment in your life because you never expect them to do that, you will be vulnerable by then. Bitterness will blossom in your heart.
So which type of superiors do you prefer to have? Lion or Porcupine? or maybe, at the moment you have both? Tell me.
You could read my other articles in andrewwiradinata.com

Monday, November 23, 2015

#KETEQMOTIVASI BE 100%


Tips#3.
 
Be 100%
 



Kadang kita shock profesional: Masalah pribadi tak boleh bawa ke tempat kerja. Nyatanya, sebagian besar waktu kita habiskan untuk urusan pribadi atau bicara isu, sentimen, gosip, tidak suka pada orang, ketimbang fokus bekerja. Mari kita berhitung: berapa jam kerja yang efektif Anda gunakan untuk pekerjaan dan urusan kantor?

 

Katakanlah, Anda punya waktu kerja rata-rata 7-8 jam per hari.  Nah, 1 jam Anda istirahat makan, terus 20-30 menit untuk istirahat kecil, lalu 15-30 menit Anda ngombrol sana-sini dengan teman, kemudian urusan lainnya?

 

Jadi sejujurnya, berapa jam efektif Anda bekerja dalam sehari? Kalau hitungan normal mungkin hanya 4-5 jam saja. Itu pun sudah maksimal. Sekali lagi, tapi apakah memang Anda benar-benar fokus 4-5 jam itu untuk pekerjaan kantor? Atau jangan-jangan Anda hanya hadir di kantor tapi mengerjakan pekerjaan Anda pribadi?

 

 
 
 


Nah pada titik ini, Anda mungkin sering berbenturan dengan pimpinan atau atasan Anda. Memang benar setiap pemilik usaha, pimpinan dan atasan selalu menekankan bahwa kita harus bekerja efektif dan efisien. Hal ini tak salah. Hanya saja kadang mereka keliru. Sebaliknya, kita pun tidak sadar.  Nyatanya, sebagian besar pemimpin atau atasan hanya melihat adanya kita saat berada di kantor. Artinya dia tidak peduli dengan segudang masalah yang Anda bawa ketika hari ini datang ke kantor. Mereka tak mau tahu entahkah beban hidup Anda susah? Ataukah, pagi tadi Anda baru saha salah paham dengan istri atau suami. Atau mungkin semalam anak Anda atau orang tua sakit, dan seterusnya. Pokoknya Anda dituntut untuk tampil senyum, dan 100% di tempat kerja.

 

 
 
Bila Anda ke mall dan masuk ke salah satu store ternama, Anda akan disapa oleh seorang gadis cantik berpakaian rapi dengan sebuah selempang seakan menyelimut tubuhnya. Dan tertulis di sana “Pramuniaga Terbaik Bulan ini!” Ia selalu saja menebar senyum dan menyapa ramah Anda sambil mempersilahkan Anda masuk ke store ini. Coba Anda perhatikan baik-baik. Meski ia kecapaian dan kelelahan dengan senyum yang seakan dipaksakan, ia akan selalu senyum. Tapi apakah Anda pernah membayangkan bahwa sang wanita cantik ini begitu menderita dengan menahan semua beban hidupnya? Hal seperti itulah yang tak dilihat oleh atasan atau pimpinan Anda. 

 

Jadi, ini memang tuntutan sia-sia, yang juga tidak Anda sadari. Lalu, Bos Anda mengeluh. Anda pun mengeluh. Rekan Anda juga mengeluh. Seakan tak ada jalan keluar. Hai sobat, saatnya Anda fokus 100% di perusahan.  Ini memang tak mudah. Tapi pertimbangkan dengan matang: bagaimana saya membuat hidup ini makin lebih hidup dan bukan sebaliknya?

 

Konkritnya, selesaikan urusan pribadimu sebelum ke kantor. Jadilah pribadi yang seimbang. Ciptakan kondisi aman dan nyaman sebelum Anda bekerja. Dari sanalah Anda akan lebih produktif.

 

 

 
Trik:

·         Banyak alasan mengapa Anda tidak fokus dalam bekerja. Ada dua alasan utama: dari luar diri (entah situasi di kantor, atau situasi di rumah), dan dari dalam diri (semangat dan motivasi).

·         Temukan hanya 2 penyebab “mengapa Anda tidak fokus bekerja sampai saat ini?” Coba runut secara baik-baik apa penyebab dan alasannya. Apakah penyebabnya di dalam diri Anda atau di luar diri Anda?  Ingat, penyebab itu harus sesuatu alasan yang sering membuat Anda tidak fokus, bukan yang hanya sekali-sekali saja!

·         Urutkan 2 faktor penyebab itu menurut dampak atau pengaruhnya yang paling besar terhadap Anda.

·         Dan paling penting, lakukan dua tindakan  perubahan yang konkrit untuk menunjukkan bahwa mulai hari ini Anda fokus bekerja.

 

Harold Taylor dalam The Power of Minute mengatakan

“ Waktu itu pemaaf. Terlepas dari bagaimana Anda meremehkannya di masa lalu,

Anda tetap akan mendapatkan kuota 86.400 setiap harinya sampai akhir hayat...

Anda tetap tidak berutang apa-apa dengan peluang

menggunakan waktu secara bijak atau menghamburkannya”

 

Salam sukses!

Simon Wenehen (Konsultan SDM & Trainer dari Persona Consulting)

Kontak. 081228869034 - email: swenehen@gmail.com

 

Sunday, November 1, 2015

#KETEQLEADERSHIP LEADERSHIP: A LEADER



Sebagaimana telah kita ketahui, di dalam sebuah team pasti akan ada seorang pemimpin. Tugasnya adalah menggiring para anggotanya bersama-sama bekerja mencapai tujuan yang ingin dicapai.  Dewasa ini, pemilihan pemimpin berdasarkan voting terbanyak masih menjadi cara yang paling sering digunakan.

Di dalam proses voting pemimpin, ada orang yang sangat percaya diri mencalonkan dirinya sebagai pemimpin dari sebuah team, tetapi lebih banyak yang berdiam diri dan berharap dirinya tidak akan dipilih menjadi pemimpin. Alasannya, tugas dan tanggung jawabnya menjadi berat. Oleh karena itu, banyak orang hanya menjadi seorang pengikut. Menjadi pemimpin memang berat, tapi mau selamanya jadi pengikut?

Kepemimpinan tidak harus selalu dipelajari dengan mengikuti berbagai seminar yang hebat. Terkadang jiwa kepemimpinan bisa muncul di saat yang tidak kita duga atau saat 'kepepet'. Momen tersebut bisa menjadi titik balik kita yang tadinya hanya seorang pengikut menjadi seorang pemimpin. Tapi bagaimana caranya ya? Terimalah tantangan apabila kamu ditunjuk sebagai pemimpin dari sebuah team atau sebuah projek, ujilah dirimu.

Seringkali kita menilai kesuksesan sebuah pemimpin hanya berdasarkan seberapa hebat pencapaiannya, tapi banyak orang yang tidak melihat proses yang dialami oleh seorang pemimpin untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Belajarlah dari orang-orang sukses dari seluruh penjuru dunia. Kamu tidak harus belajar dari figur seperti Steve Jobs atau Warren Buffett untuk menjadi sukses, kamu bisa mulai belajar dari para kolegamu yang sukses di kantor.

Akhir kata, jalan menjadi seorang pemimpin yang sukses memang tidak mudah, tetapi selama kamu mau belajar, nothing is impossible.

Photos credit: attitude4innovation

Entri Populer

Labels

MAL (42) FILM (27) Review (24) AWD (9) Game (7) Sepakbola (7) Gadget (6) Tri (6) Alfi (5) Motivasi (5) Simon (5) Economy (4) FASHION (4) Ponsel (4) ANIME (3) Leadership (3) Apple (2) GadgetNews (2) KETEQ10 (2) Karier (2) Preview (2) TRAVEL (2) Unboxing (2) Wisnu (2) Finance (1) Gading (1) Hermès (1) Investasi (1) Properti (1) Tech (1)

Instagram @KeteqFeed