Labels

Alfi (5) ANIME (3) Apple (2) AWD (9) Economy (4) FASHION (4) FILM (27) Finance (1) Gadget (6) GadgetNews (2) Gading (1) Game (7) Hermès (1) Investasi (1) Karier (2) KETEQ10 (2) Leadership (3) MAL (42) Motivasi (5) Ponsel (4) Preview (2) Properti (1) Review (24) Sepakbola (7) Simon (5) Tech (1) TRAVEL (2) Tri (6) Unboxing (2) Wisnu (2)
Showing posts with label Economy. Show all posts
Showing posts with label Economy. Show all posts

Friday, August 5, 2016

Total Pendanaan Capai Rp 7.2 Triliun, Gojek Menjadi Startup Unicorn pertama dari Indonesia




Kabar investasi terbaru untuk GO-JEK kian santer terdengar. Setelah sebelumnya disebut-sebut akan mendapat pendanaan senilai US$400 juta (sekitar Rp5,2 triliun) dari KKR & Co. dan Warburg Pincus LLC, kini TechCrunch melaporkan kalau GO-JEK telah sukses mendapatkan dana segar sebesar US$550 juta (sekitar Rp7,2 triliun).

Pendanaan yang rencananya akan diumumkan pada minggu ini tersebut akan menaikkan valuasi GO-JEK menjadi US$1,3 miliar (sekitar Rp17 triliun). Dengan valuasi sebesar itu, GO-JEK pun akan resmi menyandang status sebagaistartup unicorn pertama di Indonesia.

Menurut Wall Street Journal, KKR & Co., Warburg Pincus, Farallon Capital Management LLC, dan Capital Group Cos, merupakan para investor yang terlibat dalam pendanaan ini. Sebelumnya, GO-JEK telah memiliki beberapa investor besar seperti Sequoia Capital, NSI Ventures yang merupakan bagian dari Northstar Group, serta DST Global yang dipimpin oleh investor awal dari Facebook dan Twitter.

Dalam sebuah dokumen internal yang dilihat Wall Street Journal, disebutkan kalau GO-JEK hanya tinggal mempunyai uang sebesar US$100 juta (sekitar Rp1,3 triliun). Hal inilah yang kemungkinan menjadi alasan mengapa GO-JEK membutuhkan pendanaan ini.

Apabila kabar pendanaan ini benar adanya, maka persaingan transportasi on-demand di Indonesia pun akan semakin sengit. Tepat sebelum ini, Grab yang merupakan pesaing GO-JEK di Indonesia, juga dikabarkan telah mendapat pendanaan sebesar US$600 juta (sekitar Rp7,8 triliun). Uber pun kini kian fokus di pasar Asia Tenggara setelah mundurnya mereka dari Cina.


Sumber : id.techinasia.com

Hore! PTKP naik jadi 54 Juta Rupiah Per tahun



Pemerintah memproyeksikan penerimaan pajak tahun ini lebih rendah Rp 219 triliun dari target Rp 1.539, 2 triliun di dalam APBN-P 2016. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, salah satu penyebab rendahnya penerimaan pajak lantaran batas pendapatan tidak kena pajak (PTKP) dinaikkan dari Rp 36 juta/tahun menjadi Rp 54 juta per tahun

Artinya, penghasilan tak kena pajak yang sebelumnya Rp 3 juta/bulan, kini menjadi Rp 4,5 juta/bulan. Kebijakan ini dirilis pada 22 Juni 2016.

"Ada satu lagi sebetulnya yang menyebabkan penerimaan rendah, yaitu soal kebijakan pemerintah yang menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), dari Rp 36 juta/tahun menjadi Rp 54 juta/tahun," ujar Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya nomor 1, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2016).

Menurut Sri Mulyani, keputusan pemerintah menaikkan PTKP sebenarnya baik, yaitu agar mendorong daya beli masyarakat. Cuma, dari sisi pajak, kebijakan ini justru mengurangi target penerimaan.

"Tujuannya baik bagi mereka yang pendapatannya di bawah Rp 54 juta per tahun, supaya daya beli dari masyarakat ini tidak terlalu terberatkan. Tetapi dari sisi penerimaan pajak, kebijakan tersebut sudah mengurangi target penerimaan pajak sebanyak Rp 18 triliun," tutur Sri Mulyani.

Sebelumnya, menurut Bambang Brodjonegoro yang meneken aturan PTKP saat masih menjabat Menkeu, kenaikan PTKP akan mendorong daya beli masyarakat. Secara berkelanjutan juga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Konsumsi rumah tangga bisa naik 0,3% dan PDB 0,16 %. Penyerapan tenaga kerja 40 ribu orang," paparnya.

Apalagi kenaikan batas PTKP sangat signifikan.

"Kenaikan PTKP sampai 50% untuk mengantisipasi agar tidak ada kenaikan tiap tahun," terang Bambang.

Sumber detik.com

Tuesday, September 15, 2015

#KETEQFINANCE 4 Hal yang perlu diperhatikan sebelum berInvestasi



Masih maraknya penipuan berkedok Investasi, menggambarkan 2 hal yang terjadi saat ini. Pertama, minat masyarakat sangat tinggi untuk berInvestasi. Kedua, masih minimnya pengetuhan masyarak tentang hal-hal yang berkaitan Investasi.

Banyak para calon Investor sedikit malas untuk belajar mengenai dunia Investasi. Hal ini dimanfaatkan bagi para penipu dan orang tidak bertanggung jawab lainnya untuk meraup uang. Para pemilik modal dengan mudah nya tergiur dengan iming-iming return yang tinggi. Dan dengan ringannya menyetorkan dana nya ke pihak yang belum tentu mereka kenal dengan baik.

Berikut adalah Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum berInvestasi :

            1.  Pahami Diri Anda


                                                           
Sebelum Anda berInvestasi, sebaiknya kenali Resiko yang dapat diri Anda ambil. Karena setiap orang memiliki pandangan dan penerimaan resiko yang berbeda-beda. Dimulai dari tipe Moderate sampai  High Risk 

2. Pahami Instrumen Investasi dan Resikonya


Pahami Jenis investasi yang akan Anda ikuti. Pahami bagaimana cara kerja nya, tanggung jawab nya, izin-izin nya, penyelenggaranya dsb.
Dan tak kalah penting adalah apa resiko nya. Setiap instrumen investasi pasti ada resiko nya.

            3. Tujuan Keuangan



Ketika Anda berInvestasi, sebaiknya Anda sudah memiliki perencanaan yang jelas tentang Tujuan Keuangan Anda. Tujuang keuangan membuat Anda lebih terarah dalam ber Investasi. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk memilih metode Investasi yang dapat anda gunakan. Apakah sekaligus, bertahap, rutin setiap bulan, dan lain-lainnya.

Memiliki Tujuan Keuangan juga membantu Anda untuk menganalisa apakah Instrumen Investasi yang dipilih kinerjanya sudah sesuai harapan Anda atau belum.

          4. Dana Investasi
 
                                        

Pastikan dana Investasi yang Anda gunakan adalah dana yang menanggur. Bukan dana konsumsi sehari-hari, bukan tabungan, apalagi sampai dana hutang.

Bahkan, Ideal nya sebelum ber Investasi, Anda sudah memiliki Dana Darurat danAsuransi sebelumnya.


Entri Populer

Labels

MAL (42) FILM (27) Review (24) AWD (9) Game (7) Sepakbola (7) Gadget (6) Tri (6) Alfi (5) Motivasi (5) Simon (5) Economy (4) FASHION (4) Ponsel (4) ANIME (3) Leadership (3) Apple (2) GadgetNews (2) KETEQ10 (2) Karier (2) Preview (2) TRAVEL (2) Unboxing (2) Wisnu (2) Finance (1) Gading (1) Hermès (1) Investasi (1) Properti (1) Tech (1)

Instagram @KeteqFeed